Minggu, 19 Februari 2017
Sabtu, 18 Februari 2017
RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK
Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya
ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?
Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi
apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah
yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya
langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap
dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah
diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis
didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku,
sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.
Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah
dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin
menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku?
Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah
dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.
Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia
menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu
untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ''dimana, dan
sedang apa aku diluar sana.''
Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi
tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi
mencari nafkah dulu buat kita bersama.
Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku,
ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma
berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan
sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan
bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ''anakku
sekarang sukses.'' Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma
setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma
bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan
jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan
bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki,
bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah
sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan
baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.
''Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah''
Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu ...
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu ...
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu ...
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu ...
Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya ...
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman...
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya ...
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman...
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena
kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu...
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..
Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu... Maka hormati dan sayangi ayahmu.
THANKS
DAD
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu... Maka hormati dan sayangi ayahmu.
SUAMI YANG MENCIUM BAU SURGA
”Saya terima nikahnya…....
binti…...... dengan mas kawin….......di bayar tunai....”. Singkat, padat dan jelas.
Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar”
tersebut? Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat ?
Yang tersirat ialah : Artinya: ”Maka aku tanggung
dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya, dosa
apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia
meninggalkan sholat, semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia
jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta
akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”. Sekiranya aku gagal dan aku
lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, dan aku tahu
bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik
aku masuk kedalam Neraka Jahanam…..
dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga
pecah dan hancur badanku.
Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si
isteri dan si ibu bapak isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH
Subhanahu Wa Ta'ala ".Jika aku GAGAL (si Suami) ? ”Maka aku adalah suami
yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku
hingga hancur tubuhku”.
(HR. Muslim)
(HR. Muslim)
Duhai
para istri...Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu.
Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan ALLAH SWT, dengan disaksikan para Malaikat dan manusia.
Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu...
Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan ALLAH SWT, dengan disaksikan para Malaikat dan manusia.
Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu...
Subhanallah..
Beratnya beban yang di tanggung suami. Bukankah
untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus patuh
kepada suami, menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya? Juga
mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.
Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat
memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih
sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Aamin Yaa Rabbal'alaminn...Sahabat semoga kita
selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan kesehatan, kebahagiaan, keselamatan
dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya..
"Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat Kami,
Berikanlah Kami pasangan yang setia,
mewujudkan keluarga sakinah mawaddah
warahmah.
Kelak masukkanlah Kami disurga yang
terindah.."Aamiin Ya Robbal Alamin
Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang
menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada
orang yang mengamalkannya, maka walaupun
yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia),
dia akan tetap memperoleh
pahala."
(HR. Al-Bukhari)
Langganan:
Komentar (Atom)













